MALANG β Aksara Kawi ditegaskan sebagai bagian penting identitas dan jejak peradaban Indonesia dalam Srawung Budaya Aksara Kawi di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Minggu (5/7). Pelestarian aksara tersebut dinilai strategis untuk memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga kesinambungan warisan budaya di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Pergerakan Kepemudaan, Andi Soebjakto, mengatakan Aksara Kawi tidak semata-mata merupakan sistem tulisan kuno, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan bangsa.
βAksara Kawi bukan sekadar tulisan aksara, tetapi lebih dari itu menjadi DNA peradaban budaya Indonesia,β tegas Andi.
Menurut dia, identitas bangsa tidak hanya dibangun melalui bahasa, tetapi juga melalui memori kolektif, sejarah, dan berbagai simbol kebudayaan yang diwariskan antargenerasi.
Karena itu, pelestarian Aksara Kawi dinilai penting untuk menjaga karakter dan jati diri bangsa di tengah derasnya transformasi digital serta pengaruh budaya global.
Andi juga mengaitkan penguatan identitas budaya dengan ketahanan masyarakat. Generasi muda yang memahami akar sejarah dan budayanya, menurut dia, akan memiliki pijakan lebih kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh yang berpotensi mengganggu persatuan.
βPemuda yang memiliki identitas kuat dan mengakar pada budayanya tidak akan mudah terombang-ambing oleh provokator,β katanya.
Srawung Budaya Aksara Kawi tersebut juga menjadi momentum soft launching portal aksarakawi.com, yang dikembangkan sebagai media komunitas untuk mendukung pelestarian Aksara Kawi.
Portal itu diproyeksikan menjadi ruang informasi, dokumentasi digital, edukasi, serta kolaborasi bagi komunitas, akademisi dan pemangku kepentingan yang bergerak dalam pelestarian Aksara Kawi.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Aksara Kawi menjadi salah satu warisan budaya yang diprioritaskan untuk didorong dalam upaya pengusulan ke UNESCO.