Candi Kidal adalah candi Hindu peninggalan Kerajaan Singasari yang terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini dibangun sekitar tahun 1248 M sebagai tempat pendharmaan (pendharmaan arwah) Raja Anusapati, raja kedua Singasari yang memerintah 1227–1248 M. kebudayaan.kemdikbud.go+2
Lokasi dan Status Cagar Budaya
Candi Kidal berada di lembah lereng barat Pegunungan Tengger, pada ketinggian sekitar 520 meter di atas permukaan laut, sekitar 20 km sebelah timur Kota Malang. wikipedia+1 Candi ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Nasional berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor 205/M/2015 dan kini dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (Kemdikbud). kebudayaan.kemdikbud.go+1tripadvisor
Sejarah Pendirian
Menurut sumber sastra Jawa Kuno seperti Pararaton dan Negarakrtagama, Candi Kidal adalah tempat pendharmaan Anusapati, putra Ken Dedes dan Tunggul Ametung (yang kemudian menjadi anak tiri Ken Arok). kebudayaan.kemdikbud.go+1 Setelah Anusapati wafat (dibunuh Panji Tohjaya dalam konflik perebutan takhta), upacara sraddha (ritual pemakaman tahun ke-12) dilaksanakan pada 1248 M, dan candi ini dibangun untuk mendharmakan sang raja sebagai Siwa Mahadewa. wikipedia+2
Beberapa sumber memperkirakan pembangunan candi selesai sekitar tahun 1260 M. kompas+1
Arsitektur dan Struktur Bangunan
Candi Kidal memiliki ciri khas arsitektur Jawa Timuran yang ramping dan tinggi, dengan denah dasar bujur sangkar berukuran 8,36 m × 8,36 m dan menghadap ke barat. kebudayaan.kemdikbud.go+1 Bangunan candi terbagi menjadi tiga bagian utama:
-
Kaki candi: Agak tinggi, dengan tangga masuk di sisi barat. Pada sudut kaki candi terdapat relief singa dalam posisi berdiri, dan pada tiga sisi lainnya (utara, timur, selatan) dipahatkan relief Garudeya. kebudayaan.kemdikbud.go+1
-
Badan candi: Lebih kecil daripada kaki, dihiasi dengan hiasan swastika, medalion bergambar sulur-suluran, dan sabuk melingkar. kebudayaan.kemdikbud.go+1
-
Atap candi: Berbentuk menara (sikhara) yang membumbung tinggi, terdiri atas tiga tingkat yang semakin ke atas semakin kecil, dengan bagian puncak berbentuk kubus tanpa hiasan ratna. kebudayaan.kemdikbud.go+1
Di atas pintu masuk dan bilik-bilik candi dipahatkan kepala kala (aspek Dewa Siwa sebagai penjaga) bergaya Jawa Timuran yang menyeramkan dengan mata melotot, mulut terbuka, dan taring besar. wikipedia
Relief Garudeya: Kisah Moral Pembebasan
Salah satu keunikan Candi Kidal adalah relief Garudeya yang terpahat pada tiga sisi kaki candi (selain sisi barat tempat tangga masuk). Relief ini menceritakan kisah mitologi Hindu tentang Garuda yang membebaskan ibunya, Winata, dari perbudakan Kadru. wikipedia+2
Relief dibaca dengan cara prasawiya (berlawanan arah jarum jam), dimulai dari sisi selatan:
-
Relief pertama (sisi selatan): Menggambarkan Garuda di bawah tiga ekor ular, melambangkan fase perbudakan Winata dan Garuda yang harus mengasuh dan melayani anak-anak ular Kadru. wikipedia+1
-
Relief kedua (sisi timur): Garuda dengan kendi di atas kepalanya, menggambarkan perjalanan Garuda ke kahyangan untuk mengambil air suci amerta sebagai syarat pembebasan ibunya. wikipedia
-
Relief ketiga (sisi utara): Garuda menggendong seorang wanita (Winata), melambangkan keberhasilan Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan. wikipedia+1
Kisah ini sarat pesan moral tentang bakti anak kepada ibu dan pembebasan dari perbudakan, yang dalam konteks Candi Kidal juga dimaknai sebagai ritual ruwatan untuk memuliakan Ken Dedes, ibu Anusapati, yang dianggap menderita sepanjang hidupnya. wikipedia+1
Arca Siwa Mahadewa
Di ruang inti (garbagrha) Candi Kidal dahulu terdapat arca Siwa Mahadewa yang indah, digambarkan dalam posisi samabhanga (berdiri simetris) dengan empat tangan, masing-masing memegang atribut khas Siwa. kebudayaan.kemdikbud.go+1 Arca ini kini disimpan di Royal Tropical Institute, Amsterdam, Belanda, sejak masa kolonial. kebudayaan.kemdikbud.go+1
Arca tersebut merupakan perwujudan Anusapati yang didharmakan sebagai Siwa Mahadewa, dewa tertinggi dalam agama Hindu. kebudayaan.kemdikbud.go+1
Tentang Aksara Kawi di Candi Kidal
Berdasarkan inspeksi terhadap berbagai sumber daring yang menjelaskan Candi Kidal (situs Balai Pelestarian Kebudayaan, Wikipedia, Kompas, Historia, Tirto, dan lainnya), tidak ditemukan informasi tentang adanya prasasti atau inskripsi beraksara Kawi pada Candi Kidal. kebudayaan.kemdikbud.go+4
Beberapa sumber bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa masa pendirian Candi Kidal tidak dapat diketahui dengan pasti karena tidak adanya prasasti atau data penanggalan yang dapat dihubungkan dengan candi ini. kekunaan.blogspot Informasi tentang tahun pendirian (1248 M) dan fungsi candi diperoleh dari sumber sastra (Pararaton dan Negarakrtagama), bukan dari prasasti di lokasi candi. kebudayaan.kemdikbud.go+2
Sebagai perbandingan, aksara Kawi memang banyak ditemukan pada prasasti-prasasti kerajaan Hindu-Buddha di Jawa (seperti Prasasti Canggal, Prasasti Kalasan, Prasasti Kedu, dll.), tetapi pada Candi Kidal sendiri tidak tercatat adanya penggunaan aksara Kawi dalam bentuk prasasti atau inskripsi. wikipedia+1
Ringkasan Data Candi Kidal
malangkota.g