Mewariskan Pengetahuan, Melestarikan Peradaban

Prasasti Singosari (Gajah Mada)

A
admin
04 Agustus 2026
Estimasi 2 mnt baca
Prasasti Singosari (Gajah Mada)

Prasasti Singosari 1351, yang dikenal pula sebagai Prasasti Gajah Mada, merupakan prasasti batu dari masa Kerajaan Majapahit. Prasasti ini ditemukan di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, dan sekarang disimpan di Museum Nasional Indonesia dengan nomor inventaris D.111.

 

Prasasti tersebut berangka tahun 1273 Śaka atau 1351 Masehi. Tanggal peresmiannya lazim dikonversikan menjadi 27 April 1351. Bagian awal prasasti berisi penanggalan yang sangat terperinci, termasuk unsur kalender dan kedudukan benda-benda langit.

 

Bagian berikutnya menyebut Sang Mahāmantrimukhya Rakryan Mapatih Mpu Mada, yakni Mahapatih Gajah Mada. Ia bertindak sebagai mapatih jirṇnodhāra, pejabat yang menangani pemulihan atau pembangunan kembali bangunan suci.

 

Prasasti itu memperingati pendirian atau pemugaran sebuah caitya, yaitu bangunan suci peringatan, untuk menghormati Paduka Bhaṭāra yang wafat di Śiwa-Buddha. Tokoh tersebut umumnya diidentifikasi sebagai Raja Kertanegara, penguasa terakhir Singhasari yang gugur pada 1214 Śaka atau 1292 Masehi akibat serangan Jayakatwang.

 

Bangunan peringatan itu juga ditujukan kepada para tokoh atau brahmana yang turut gugur bersama Kertanegara. Dengan demikian, prasasti tersebut bukan peninggalan pemerintahan Kerajaan Singhasari, melainkan prasasti dari zaman Majapahit yang memperingati tragedi berakhirnya Singhasari sekitar 59 tahun sebelumnya.

 

Prasasti ini penting karena memperlihatkan kuatnya penghormatan Majapahit terhadap Kertanegara dan warisan Singhasari. Penyebutan Gajah Mada sebagai pihak yang memerintahkan pemulihan bangunan suci juga menunjukkan besarnya kewenangan politik serta peran religiusnya dalam menjaga legitimasi dan ingatan dinasti. Data koleksi dan deskripsi Prasasti Gajah Mada.

Rekomendasi Bacaan

Artikel Terkait